Rabu, 05 Oktober 2016

Oleh – Oleh Kurma Murah bagi Jamaah Haji dan Umroh


Selain banyaknya hotel dan penginapan, di sekeliling Masjid Nabawi juga tersebar ratusan kompleks pertokoan yang menyediakan berbagai macam keperluan serta oleh – oleh Murah bagi jamaah Umroh maupun haji dengan harga yang Murah. Salah satu oleh – oleh yang sering dibeli para jamaah untuk keluarga maupun kerabat di tanah air adalah buah Kurma.

Kota Madinah Al Munawarah memang sudah dikenal sebagai pusat Kurma yang terbaik dengan beragam jenis harga yang Murah karena memang perkebunan nyan terletak di daerah sekitar kota Madinah. Kurma Nabi atau Kurma Ajwa yang sangat terkenal itu mudah didapati di kota Madinah dengan harga yang relatif lebih Murah jika dibandingkan dengan ketika jamaah Umroh maupun Haji membelinya di kota Mekkah Al Mukarramah maupun pusat perbelanjaan di Kota Jeddah.

Kurma ajwa saat ini memang masih menjadi Kurma dengan peringkat teratas Kurma yang paling banyak diburu oleh jamaah yang melaksanakan perjalanan ibadah haji maupun Umroh. Hal tersebut karena selain harganya yang masih tergolong Murah, Kurma ajwa terdapat dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim dimana Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang memakan tujuh butir Kurma ajwa pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.” Hadist itulah yang membuat Kurma ajwa menjadi oleh – oleh yang sangat di buru oleh jamaah haji maupun Umroh dari belahan dunia mana pun.

Dari beberapa hasil penelitian para ahli kesehatan modern, didapati kesimpulan bahwa Kurma mengandung mineral –mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Fungsi mineral – mineral tersebut secara umum adalah membuat denyut jantung lebih teratur, mengaktifkan kontraksi otot serta berperan dalam mengatur tekanan darah. Selain itu Tamr atau Kurma kering juga berfungsi untuk memperkuat sel-sel usus dan menguatkan rahim terutama bagi perempuan ketika melahirkan. Sedangkan buah ruthab (Kurma basah) mempunyai pengaruh dalam kontrol kinerja laju gerak rahim, sehingga sangat baik jika dikonsumsi kaum perempuan yang sedang dalam therapy kehamilan.

Biasanya pihak biro perjalanan akan membawa jamaah Umroh ke kebun Kurma yang terletak tidak jauh dari masjid Quba. Namun para jamaah Umroh maupun haji juga dapat membelinya di komp;eks pertokoan di sekitar Masjid Nabawi yang khusus menjual Kurma. Bagi jamaah yang memiliki waktu senggang selepas menjalankan ibadah di masjid nabawi, tak ada salahnya meminta arahan pembimbing menuju pasar Kurma yang terletak sekitar 400 meter dari kompleks 7 HOTEL TERDEKAT DARI MASJID NABAWI, atau sekitar 10 – 15 menit dengan berjalan kaki

Seperti pasar pada umumnya maka para penjual akan menawarkan barang dagangan nya dan mengajak para pembeli untuk masuk kedalam tokonya. Para pedagang di Pasar Kurma Madinah bersaing dalam hal harga Murah dan kualitas yang beragam kepada para jamaah Umroh maupun haji. Biasanya para pedagang Kurma disini akan meminta pembelinya untuk mencicipinya terlebih dahulu. Usahakan memcicipi Kurma yang ingin dibeli, sehingga benar – benar memiliki pilihan yang cukup tepat dalam membeli Kurma. Biasanya sang penjual berteriak ‘halal halal’ yang artinya gratis.

Terkadang memang sangat membingungkan untuk membedakan jenis Kurma satu dan lainnya. Tak berlebihan memang, karena menurut Abdul Rahman Al Habsyi, salah satu penjual di pasar Kurma tersebut, terdapat 1.400 jenis Kurma yang dapat ditemui di pasar Kurma di kota Madinah. Jenis Kurma di pasar ini ditentukan berdasarkan bentuk, warna, tekstur, rasa, serta tingkat kematangan atau kekerasan Kurma itu sendiri. Beberapa Kurma yang dikenal Murah di kalangan jamaah haji maupun Umroh antara lain Safawi, Sukhari, Khalas, Anbhar, dan tentu saja Ajwa. Rata-rata Kurma ajwa dijual sangat Murah dengan kisaran antara 60 riyal-90 riyal per kilo nya

Dibanding Mekkah harga Kurma jauh lebih Murah di Madinah (berbanding terbalik dengan fashion maupun elektronik maka kota Madinah jauh lebih mahal dibandingkan Makkah atau Jeddah). Jika penjual tidak dapat berkomunikasi dengan bahasa Indonesia maka komunikasi menggunakan bahasa isyarat, yakni menggunakan kalkulator sebagai alat bantu untuk menunjukkan harga. Ada bahasa arab umum yang dapat dengan mudah dimengerti, seperti “La” yang berarti tidak boleh, atau “akhir kalam” yang berarti harga pas, serta “halal” yang berarti kesepakatan harga dibolehkan.



Sabtu, 01 Oktober 2016

Pengalaman beribadah di Raudhah


Waktu itu orang tua saya berangkat menuju tanah suci untuk melaksanakan ibadah umroh, orang tua saya menggunakan travel umroh dan haji untuk memenuhi panggilan Allah SWT untuk menjalankan ibadah umroh, tentunya sebelum mereka berdua berangkat banyak sekali yang menitipkan entah itu oleh-oleh, uang untuk di zakatkan disana, dan doa-doa.

saat orang tua saya sudah sampai di sana, mereka harus memenuhi titipan titipan doa dari orang orang yang menitipkan amanah tersebut kepada kedua orang tua saya, banyak yang menitipkan doa saat mereka sedang di Raudhah, karena doa yang paling mustajab adalah di tempat itu, maka orang tua saya pun berusaha untuk bisa sholat dan berdoa disana, dalam keadaan sedang ramai dan padat orang tua saya bersabar dan mengantri untuk bisa beribadah di tempat itu.

Karena banyak yang berebutan agar bisa beribadah di Raudhah, maka laki-laki dan perempuan dipisahkan dengan pembatas, khusus untuk perempuan, beribadah di Raudhah ada jam jam tertentu, seperti mulai ba’da Subuh hingga sebelum dzuhur, sehingga untuk wanita lebih diperketat penjagaanya karena ramainya jamaah yang ingin beribadah disana.

Ibu saya sempat mendapatkan pesan bahwa jika sampai di Raudhah jangan berdoa setelah sholat disana, tetapi berdoalah dalam sujud ketika sedang sholat disana, karena jika terlihat mengangkat tangan sedang doa, maka akan segera di usir oleh askar karena antrian yang sangat panjang, maka dari itu jika ingin berdoa lakukanlah dalam sujud, jangan setelah selesai sholat, dan juga tidak boleh berdoa hingga menangis-nangis , karena jika askar melihatnya maka akan segera di usir karena takut di anggap meratapi kematian Rasullulah SAW.

Berbeda dengan jamaah laki-laki, untuk laki laki tidak ada batasan jika ingin beribadah disana dan juga dapat berdoa dengan sepuasnya jika sudah sampai di Raudhah, maka dari itu untuk jamaah wanita jika anda ingin berdoa di Raudhah sebaiknya panjatkan doa-doa anda di sujud anda, jangan setelah sholat, karena antrian jamaah haji pasti sangat ramai dan padat sehingga askar akan mempersingkat waktu untuk beribadah disana bagi wanita.